Misteri Kematian Perempuan Muda di Senduro Lumajang, Keluarga Minta Autopsi karena Dinilai Tak Wajar
| Petugas ketika melakukan olah tkp |
Lumajang – Warga Dusun Wonorejo, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang digegerkan dengan kematian tragis seorang perempuan muda bernama Nisarofatin (21) pada Jumat (4/4/2026) malam.
Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang dinilai mencurigakan, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk mengajukan permohonan autopsi guna mengungkap penyebab pasti di balik insiden tersebut.
Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengonfirmasi bahwa laporan mengenai peristiwa ini diterima setelah korban sempat dilarikan ke Puskesmas Senduro.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di puskesmas sekitar pukul 22.00 WIB, korban dinyatakan sudah tidak bernyawa sejak dalam perjalanan. Kejanggalan muncul dari keterangan sejumlah saksi dan kondisi fisik korban saat ditemukan di lokasi kejadian.
Kronologi bermula sekitar pukul 21.00 WIB ketika seorang tetangga mendengar teriakan histeris dari dalam rumah korban.
Saat didatangi, Nisarofatin ditemukan sudah tergeletak di lantai gudang rumahnya dengan pemandangan yang tak lazim. Di sekitar lokasi, ditemukan selendang bayi yang terikat pada kayu usuk rumah dalam kondisi terputus serta sebuah pisau yang berada dekat dengan tubuh korban.
Lebih mengejutkan lagi, pada bagian perut korban terdapat lilitan tali ban luar dan kabel berwarna merah.
Meskipun saksi sempat melepas lilitan tersebut dan memindahkan korban ke dalam kamar dalam kondisi masih bernapas, nyawa Nisarofatin tetap tidak tertolong akibat kondisinya yang terus melemah dan sulit diajak berkomunikasi.
Selain benda-benda mencurigakan tersebut, dari hidung dan mulut korban dilaporkan mengeluarkan busa, yang memicu dugaan pihak keluarga bahwa korban kemungkinan mengalami keracunan atau faktor penyebab lain di luar bunuh diri.
Informasi dari pihak keluarga juga menyoroti ketidakhadiran suami korban, Abdul Mujib, saat peristiwa mencekam itu terjadi. Sang suami diketahui meninggalkan rumah sejak pukul 17.00 WIB dan baru muncul kembali pukul 21.00 WIB ketika rumah sudah dipadati warga.
Ipda Suprapto menambahkan bahwa berdasarkan keterangan kerabat, pasangan suami istri ini memang kerap terlibat pertengkaran yang diduga berujung pada tindak kekerasan dalam rumah tangga.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif dan menunggu hasil autopsi dari rumah sakit untuk memastikan apakah kematian tersebut murni akibat tindakan mandiri atau terdapat unsur tindak pidana.
Kepolisian menegaskan bahwa kepastian penyebab kematian hanya bisa disimpulkan setelah bukti medis dari tim dokter keluar secara resmi.