![]() |
| Polwan Sat Lantas Lumajang sesaat usai tertabrak pelajar. |
Insiden tersebut bermula ketika remaja tersebut melaju dari arah selatan menuju Tugu Adipura mengendarai sepeda motor Yamaha R15 warna biru tanpa plat nomor dan menggunakan knalpot brong.
Saat hendak dihentikan, pengendara justru terus membleyer gas sepeda motornya untuk menerobos barisan petugas.
Laju kendaraannya baru terhenti setelah menabrak seorang polwan hingga keduanya jatuh tersungkur di jalan.
Laju kendaraannya baru terhenti setelah menabrak seorang polwan hingga keduanya jatuh tersungkur di jalan.
Petugas yang sigap langsung mengamankan pelaku ke ruang SPKT Polres Lumajang untuk dimintai keterangan.
Kanit Turjagwali Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, S.H., mengonfirmasi insiden tersebut dan menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah mendalami motif di balik aksi nekat sang pengendara.
"Sepeda motornya saja yang kita amankan, pengendaranya ternyata masih pelajar SMA," ungkap Dheta saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Saat menjalani pemeriksaan awal, pelaku sempat berdalih bahwa rem sepeda motornya mengalami kelayakan fungsi yang buruk sehingga tak mampu menghentikan kendaraan secara mendadak.
Kanit Turjagwali Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, S.H., mengonfirmasi insiden tersebut dan menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah mendalami motif di balik aksi nekat sang pengendara.
"Sepeda motornya saja yang kita amankan, pengendaranya ternyata masih pelajar SMA," ungkap Dheta saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Saat menjalani pemeriksaan awal, pelaku sempat berdalih bahwa rem sepeda motornya mengalami kelayakan fungsi yang buruk sehingga tak mampu menghentikan kendaraan secara mendadak.
Namun, pengakuan tersebut langsung terpatahkan setelah petugas melakukan pengecekan teknis di tempat.
"Saat diinterogasi alasannya rem blong, tetapi setelah kami cek kondisi rem motornya ternyata berfungsi dengan baik," terang Dheta.
Ia menambahkan, jarak yang sudah terlalu dekat membuat benturan tak terhindarkan meski pengendara sempat berupaya mengerem di detik-detik terakhir.
"Sempat mengerem, tapi karena jaraknya terlalu dekat makanya sampai jatuh. Alhamdulillah tidak terjadi luka serius pada anggota kami," pungkasnya.
Meski sempat diwarnai insiden penabrakan petugas, pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 di kawasan Alun-Alun Lumajang tetap dilanjutkan.
"Saat diinterogasi alasannya rem blong, tetapi setelah kami cek kondisi rem motornya ternyata berfungsi dengan baik," terang Dheta.
Ia menambahkan, jarak yang sudah terlalu dekat membuat benturan tak terhindarkan meski pengendara sempat berupaya mengerem di detik-detik terakhir.
"Sempat mengerem, tapi karena jaraknya terlalu dekat makanya sampai jatuh. Alhamdulillah tidak terjadi luka serius pada anggota kami," pungkasnya.
Meski sempat diwarnai insiden penabrakan petugas, pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 di kawasan Alun-Alun Lumajang tetap dilanjutkan.
Sementara itu, barang bukti berupa satu unit sepeda motor sports tanpa kelengkapan dokumen dan fisik tersebut kini disita di Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut. ***
