![]() |
| Kerumunan warga di jalan raya Torjunan |
Zainal (30) asal Ketapang mengaku ketakutan saat melintas di jalan tersebut, karena kondisi padat dengan kurumunan orang yang sedang menyaksikan aksi balap liar. “Setiap saya melintas di jalan raya itu kerab dijadikan ajang balap liar. Dan aksi seperti ini sangat mengganggu aktivitas warga atau pengendara lain,” terangnya, Jumat (1/5/2020).
Sementara, Kapolsek Robatal Iptu Sunarno mengatakan, setiap hari pihaknya melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Covid-19. Dan tidak ditemukan adanya balap liar, hanya ada orang duduk-duduk di pinggir jalan sambil ngabuburit.
“Balap liar itu informasinya ada di dua lokasi yang berbeda, kebetulan saya sendiri ke Lepelle, dan untuk di Torjunan sudah ada dua anggota Polsek menggunakan pakaian preman yang membubarkan,” ujarnya.
Sunarno menegaskan, jika di Kecamatan Robatal masih ada balap liar, pihaknya tidak segan untuk melakukan penindakan dan menyita motor yang digunakan untuk balapan. “Untuk saat ini sudah ada tiga motor yang kami sita, dan semua itu akan kami bawa Mapolres Sampang,” pungkasnya. (sar)
