Kebakaran di Blok Bantengan, Akses Wisata Bromo via Malang dan Lumajang Ditutup Sementara
.png)
Lumajang - Akses wisata menuju Gunung Bromo melalui Kabupaten Malang dan Lumajang ditutup sementara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Blok Bantengan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sejak Senin (3/8/2026) sore.
Penutupan yang berlaku mulai Senin pukul 22.00 WIB ini diterapkan demi keselamatan wisatawan serta memperlancar proses pemadaman api.
Poin Utama Kebijakan & Akses Terdampak
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengonfirmasi bahwa titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 17.00 WIB.
"Terjadi kebakaran hutan di kawasan Blok Bantengan sekitar pukul 17.00 WIB. Untuk mendukung proses pemadaman dan mengutamakan keselamatan pengunjung, kunjungan wisata Bromo dari pintu masuk Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro ditutup sementara," ujar Rudijanta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2026).
Luas area yang terbakar hingga saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan. Penutupan jalur ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Jalur Alternatif dan Penutupan Area Savana
Meski dua jalur utama ditutup, pihak Balai Besar TNBTS memastikan aktivitas wisata masih dibuka secara terbatas melalui dua pintu masuk lainnya:
Pintu Masuk Terbuka: Cemoro Lawang (Kabupaten Probolinggo) dan Wonokitri (Kabupaten Pasuruan).
Batas Kunjungan: Hanya diperbolehkan hingga kawasan Lautan Pasir.
Area Ditutup Khusus: Kawasan Savana atau Bukit Teletubbies ditutup penuh karena berdekatan dengan lokasi yang berpotensi terdampak api.
Wisatawan yang hendak berkunjung mengimbau untuk menunda perjalanan atau dialihkan melalui jalur alternatif yang tersedia.
Upaya Pemadaman dan Imbauan
Hingga Selasa (4/8/2026), tim gabungan dari Balai Besar TNBTS dan pihak terkait masih berjuang memadamkan kobaran api agar tidak meluas ke area konservasi lainnya.
Menanggapi kejadian ini, BBTNBTS mengimbau seluruh pengunjung, pelaku jasa wisata, dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi karhutla, terlebih di tengah kondisi musim kemarau. Informasi terkait pembukaan kembali akses wisata akan diumumkan secara berkala setelah lokasi dinyatakan benar-benar aman. ***