
Lumajang - Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang meninjau langsung Objek Wisata Selokambang untuk mengevaluasi pengelolaan dan memacu pengembangan potensi destinasi unggulan daerah tersebut, Selasa (1/9/2026).
Peninjauan lapangan yang melibatkan Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, jajaran sekretariat, serta pengelola kawasan ini berfokus pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD), infrastruktur, data kunjungan, hingga strategi pembenahan fasilitas.
Tercatat hingga Agustus 2026, realisasi PAD Selokambang telah menyentuh angka 55,42 persen dari target sebesar Rp1,9 miliar.
Tercatat hingga Agustus 2026, realisasi PAD Selokambang telah menyentuh angka 55,42 persen dari target sebesar Rp1,9 miliar.
Melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka lebar, Komisi B mendorong langkah-langkah inovatif agar target tersebut tercapai sekaligus meningkatkan daya pikat wisatawan.
Langkah konkret yang disiapkan meliputi penambahan wahana permainan, pengembangan spot wisata baru, penyelenggaraan agenda kegiatan berkala, serta perbaikan sarana pendukung demi kenyamanan pengunjung.
Deddy Firmansyah, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pembenahan Selokambang harus berdampak luas pada kesejahteraan warga lokal.
"Pengembangan Selokambang wajib berjalan terencana dan berkelanjutan. Target kita bukan sekadar mengejar PAD, tetapi memastikan geliat ekonomi di kawasan ini benar-benar hidup dan merembet langsung ke masyarakat sekitar," ujar Deddy di sela-sela kunjungan.
Langkah ini menyatukan komitmen bersama antara pihak legislatif dan eksekutif untuk menjadikan Selokambang sebagai ikon pariwisata daerah yang berdaya saing tinggi.
Perwakilan Galih Permadi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang menyambut positif dorongan tersebut dan siap memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat lokal adalah kunci utama. Dengan dukungan penuh seluruh pihak, kami optimistis Selokambang mampu bertransformasi menjadi destinasi unggulan yang semakin diminati wisatawan," pungkasnya. ***
Langkah konkret yang disiapkan meliputi penambahan wahana permainan, pengembangan spot wisata baru, penyelenggaraan agenda kegiatan berkala, serta perbaikan sarana pendukung demi kenyamanan pengunjung.
Deddy Firmansyah, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pembenahan Selokambang harus berdampak luas pada kesejahteraan warga lokal.
"Pengembangan Selokambang wajib berjalan terencana dan berkelanjutan. Target kita bukan sekadar mengejar PAD, tetapi memastikan geliat ekonomi di kawasan ini benar-benar hidup dan merembet langsung ke masyarakat sekitar," ujar Deddy di sela-sela kunjungan.
Langkah ini menyatukan komitmen bersama antara pihak legislatif dan eksekutif untuk menjadikan Selokambang sebagai ikon pariwisata daerah yang berdaya saing tinggi.
Perwakilan Galih Permadi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang menyambut positif dorongan tersebut dan siap memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat lokal adalah kunci utama. Dengan dukungan penuh seluruh pihak, kami optimistis Selokambang mampu bertransformasi menjadi destinasi unggulan yang semakin diminati wisatawan," pungkasnya. ***