![]() |
| Hj. Oktafiyani, Ketua DPRD Lumajang ketika melayat mendampingi Gubernur Jatim. |
Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Hj. Oktafiyani, S.H., M.H., bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung melayat ke rumah duka korban bencana tanah longsor.
Kunjungan ini merupakan bentuk penanganan cepat sekaligus dukungan moril jajaran pimpinan daerah atas tragedi yang menewaskan Imron Rosadi (40) dan putrinya, Hilyatuz Zaskia (9).
Oktafiyani menegaskan bahwa duka keluarga korban adalah duka seluruh masyarakat Lumajang.
Kunjungan ini merupakan bentuk penanganan cepat sekaligus dukungan moril jajaran pimpinan daerah atas tragedi yang menewaskan Imron Rosadi (40) dan putrinya, Hilyatuz Zaskia (9).
Oktafiyani menegaskan bahwa duka keluarga korban adalah duka seluruh masyarakat Lumajang.
Pemerintah daerah dan legislatif memastikan penanganan dampak bencana akan terus diprioritaskan.
"Kami atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ujar Oktafiyani di lokasi rumah duka.
Usai menyampaikan belasungkawa, rombongan jajaran pimpinan daerah bergeser ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Besuk Kobokan. Peninjauan ini dilakukan untuk memetakan risiko pascabanjir lahar hujan Gunung Semeru yang menerjang kawasan tersebut pada hari yang sama.
Fokus utama peninjauan meliputi pemantauan keselamatan warga di sepanjang aliran sungai serta pengecekan progres pembangunan Sabo Dam Curah Kobokan sebagai benteng penahan lahar.
"Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. DPRD bersama jajaran eksekutif terus memperkuat koordinasi untuk percepatan infrastruktur penanganan bencana agar perlindungan masyarakat di kawasan rawan bisa lebih optimal," tegas Oktafiyani saat memantau kondisi DAS Besuk Kobokan.
Menghadapi tingginya curah hujan di kawasan lereng Gunung Semeru, Bupati Lumajang Indah Amperawati turut mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan.
"Kesiapsiagaan warga di kawasan rawan bencana sudah semakin baik, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Kami mengimbau warga, terutama di daerah sekitar aliran sungai dan lereng rawan longsor, agar selalu mematuhi instruksi serta petunjuk dari petugas di lapangan," kata Bupati Lumajang.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan instruksi petugas BPBD demi meminimalkan risiko bencana susulan. ***
"Kami atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ujar Oktafiyani di lokasi rumah duka.
Usai menyampaikan belasungkawa, rombongan jajaran pimpinan daerah bergeser ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Besuk Kobokan. Peninjauan ini dilakukan untuk memetakan risiko pascabanjir lahar hujan Gunung Semeru yang menerjang kawasan tersebut pada hari yang sama.
Fokus utama peninjauan meliputi pemantauan keselamatan warga di sepanjang aliran sungai serta pengecekan progres pembangunan Sabo Dam Curah Kobokan sebagai benteng penahan lahar.
"Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. DPRD bersama jajaran eksekutif terus memperkuat koordinasi untuk percepatan infrastruktur penanganan bencana agar perlindungan masyarakat di kawasan rawan bisa lebih optimal," tegas Oktafiyani saat memantau kondisi DAS Besuk Kobokan.
Menghadapi tingginya curah hujan di kawasan lereng Gunung Semeru, Bupati Lumajang Indah Amperawati turut mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan.
"Kesiapsiagaan warga di kawasan rawan bencana sudah semakin baik, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Kami mengimbau warga, terutama di daerah sekitar aliran sungai dan lereng rawan longsor, agar selalu mematuhi instruksi serta petunjuk dari petugas di lapangan," kata Bupati Lumajang.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan instruksi petugas BPBD demi meminimalkan risiko bencana susulan. ***
