Polisi Gerak Cepat Usut Kematian Perempuan di Randuagung Lumajang
| Polisi ketika melakukan olah tkp |
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menegaskan bahwa petugas langsung meluncur ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari pihak keluarga pada pukul 13.00 WIB. Langkah taktis langsung diambil dengan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh.
"Kami langsung menerjunkan Tim Inafis Polres Lumajang bersama tenaga medis dari Puskesmas Randuagung untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti awal secara intensif," ujar Ipda Suprapto.
Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sejumlah tanda kekerasan pada fisik korban, di antaranya luka pada jari tangan kiri, kain celana yang terikat di leher, serta gumpalan kain pada mulut korban saat ditemukan tanpa busana.
Untuk menyusun kronologi yang akurat, penyidik bergerak simultan dengan memeriksa sejumlah saksi kunci. Berdasarkan informasi awal, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum akhirnya resmi dilaporkan ke polisi tiga jam kemudian.
Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan sang kekasih karena nomor telepon MTA mendadak tidak aktif. Ia kemudian meminta bantuan seorang saksi berinisial E untuk mengecek kondisi korban di rumahnya.
Saat mendatangi lokasi, saksi E mendapati pintu depan rumah tidak terkunci. Ketika memeriksa ke area dalam, ia menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di kamar belakang. Saksi langsung berkoordinasi dengan keluarga dan warga sekitar sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Lumajang.
Saat ini, Satreskrim Polres Lumajang terus mengumpulkan bukti pendukung dan memperdalam keterangan para saksi guna memastikan penanganan kasus berjalan optimal, transparan, dan segera menemukan titik terang. ***