Header Ads

ad728
  • Kabar Terbaru

    Puluhan Truk Antre Berjam-jam demi Bio Solar di SPBU Sukodono Lumajang



    Lumajang – Puluhan kendaraan angkutan barang mengantre dengan tertib di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (26/6/2026) siang. Antrean yang didominasi truk pengangkut tebu, truk pasir, hingga armada trailer tersebut terjadi demi mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar.

    Pantauan di lokasi menunjukkan ekor antrean kendaraan memanjang hingga ke Jalan Soekarno-Hatta. Meski sempat memicu kepadatan arus lalu lintas karena adanya kendaraan dari arah selatan yang menyeberang menuju SPBU, situasi tetap terkendali. Sejumlah sopir dengan sadar memarkir kendaraannya di bahu jalan demi menjaga kelancaran lalu lintas sambil menunggu giliran pengisian.

    Riko, salah seorang sopir truk tebu, mengonfirmasi bahwa dirinya harus meluangkan waktu hampir dua jam untuk mendapatkan solar bersubsidi. Pria yang mulai mengantre sejak pukul 12.30 WIB ini baru bisa melakukan pengisian pada pukul 14.30 WIB.

    "Pembelian solar di SPBU saat ini dibatasi maksimal Rp300 ribu per kendaraan. Jumlah tersebut belum cukup untuk pengisian penuh, sehingga untuk rute jauh seperti ke Banyuwangi, kami harus melakukan pengisian ulang saat melintas di Jember," ujar Riko.

    Ia menambahkan, durasi antrean yang lebih lama dari biasanya ini berdampak langsung pada ketepatan waktu distribusi tebu ke sejumlah daerah industri, seperti Banyuwangi, Lamongan, Blitar, hingga Malang. Namun, para sopir tetap memilih bertahan demi memastikan komoditas pertanian tersebut tetap dapat terkirim.

    Kondisi serupa juga membuat para pelaku sektor logistik lainnya harus bergerak ekstra. Wahyudi, seorang sopir truk pasir asal Kecamatan Pasirian, rela menempuh perjalanan puluhan kilometer ke SPBU Sukodono setelah kehabisan stok solar di wilayah asalnya sejak pukul 12.00 WIB.

    "Sudah dua hari terakhir aktivitas angkut pasir agak terhambat karena fokus mencari solar. Mobilitas antarkecamatan ini otomatis menambah biaya operasional dan menyita waktu kerja," kata Wahyudi.

    Meski potensi pendapatan harian sekitar Rp200 ribu sempat tertunda selama dua hari terakhir, Wahyudi dan para sopir lainnya berharap pasokan Bio Solar di seluruh SPBU Lumajang dapat kembali normal dalam waktu dekat agar roda ekonomi sektor angkutan barang kembali berjalan optimal.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728