Sindikat Pencuri Belasan AC di Kenpark Surabaya Diringkus, Kerugian Capai Rp56 Juta
Surabaya – Kepolisian Sektor (Polsek) Kenjeran berhasil menggulung sindikat pencurian fasilitas pendingin ruangan yang beraksi di kawasan wisata Kenjeran Park (Kenpark), Surabaya. Empat tersangka ditangkap usai menggasak 16 unit outdoor AC di area Tribun Sport Kuda, yang mengakibatkan pengelola merugi hingga Rp56 juta.
Keempat tersangka memiliki peran masing-masing dalam memuluskan aksinya. EOBS (19), warga Bulak Setro Utara bertindak sebagai otak pencurian. AJ (21) asal Bandung bertugas menjual barang curian. Sementara MBZ (26) asal Pasuruan dan IS (23) asal Bandung berperan sebagai pengawas situasi di lapangan.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan secara bertahap. Tiga pelaku ditangkap pada Minggu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. "Setelah interogasi dan pengembangan, satu pelaku lainnya berhasil kami kejar dan tangkap di wilayah Malang," tegas Iptu Suroto, Kamis (25/6/2026).
Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan seorang saksi berinisial MS yang mendapat aduan dari teknisi Kenpark. Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto, memaparkan bahwa saksi langsung mengecek lokasi dan mendapati belasan unit AC tersebut telah raib sebelum akhirnya melapor ke pihak kepolisian.
Dari hasil penyelidikan, komplotan ini beraksi secara terencana dan berulang. Para tersangka mengaku baru menjual tiga unit outdoor AC senilai Rp1,4 juta. Transaksi dilakukan dengan sistem Cash on Delivery (COD) setelah dipasarkan melalui Facebook.
Uang hasil kejahatan tersebut langsung dibagi rata. Tersangka AJ, IS, dan MBZ masing-masing mengantongi Rp400 ribu, sedangkan EOBS menerima Rp200 ribu. Kepada penyidik, para pelaku mengaku uang tersebut telah habis digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku, di antaranya satu unit gerobak besi, satu unit sepeda motor Yamaha Mio J berwarna biru-putih, serta kuitansi pembelian barang.
Saat ini, pihak kepolisian masih memburu keberadaan sisa barang curian. "Untuk belasan unit outdoor AC lainnya yang dilaporkan hilang, kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan jaringan penadah lain," pungkas Kompol Yuyus. ***