Isu Konflik Global Picu Panic Buying BBM di Lumajang, Bupati Pastikan Stok Aman
![]() |
| ilustrasi |
Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan mencolok di SPBU Bagusari, Jalan Mahakam, Kelurahan Jogotrunan. Sejak siang hari, deretan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular hingga keluar area pengisian, khususnya pada jalur Pertalite dan Pertamax.
Keresahan warga dipicu oleh kabar burung yang beredar cepat mengenai dampak perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat terhadap pasokan energi nasional.
"Antrean panjang ini mulai ramai setelah beredar kabar kelangkaan BBM akibat konflik di Timur Tengah. Saya sengaja isi lebih awal karena takut stok habis," ujar Ardi, salah satu warga yang rela mengantre demi mengamankan tangki kendaraannya.
Senada dengan Ardi, Sumanjaya, warga lainnya, mengaku harus menghabiskan waktu sekitar 20 menit hanya untuk mendapatkan giliran pengisian. Menurutnya, kepanikan massa ( panic buying ) mulai terasa merata di beberapa titik pengisian bahan bakar.
Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat melakukan mitigasi. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa hasil pengecekan lapangan menunjukkan ketersediaan energi di wilayahnya masih dalam kondisi stabil dan mencukupi.
"Stok BBM di Lumajang sudah saya cek langsung dan hasilnya masih aman. Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying, belilah secukupnya sesuai kebutuhan sehari-hari," tegas Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut.
Pihak pemerintah daerah menjamin bahwa rantai distribusi dari hulu ke hilir masih berjalan normal tanpa kendala berarti. Bunda Indah pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi global yang belum tentu berdampak langsung pada distribusi lokal.
Upaya penormalan antrean kini terus dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kepolisian dan pengelola SPBU guna memastikan stabilitas sosial dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pengisian.
