Header Ads

ad728
  • Kabar Terbaru

    Ketua DPRD Lumajang dan Bupati Dorong Tata Kelola Stockpile yang Tertib dan Berdaya Guna



    Lumajang – Semangat kolaborasi antara regulator dan pelaku usaha mengental dalam agenda buka puasa bersama Paguyuban Pengusaha Stockpile di Desa Dorogowok, Kecamatan Kunir. Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Hj. Oktafiyani, SH., MH., bersama Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah), menjadi sinyal kuat komitmen daerah dalam menata sektor pertambangan yang lebih bertanggung jawab.

    Momentum ini bukan sekadar silaturahmi Ramadan biasa. Di sela kehangatan berbuka, Pemerintah Kabupaten Lumajang secara simbolis menyerahkan dokumen perizinan kepada delapan perusahaan stockpile yang telah tuntas menyelesaikan seluruh proses administrasi. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi terhadap para pengusaha yang memilih jalur legal dan tertib aturan.

    Ketua DPRD Lumajang, Hj. Oktafiyani, menegaskan bahwa kepatuhan administrasi adalah fondasi utama agar aktivitas ekonomi tidak berbenturan dengan kepentingan publik. Ia memandang sektor pertambangan harus memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan warga lokal.

    "Pertambangan yang tertib bukan hanya soal memastikan usaha berjalan lancar tanpa hambatan, tetapi bagaimana manfaat nyata dari aktivitas tersebut dapat kembali dirasakan oleh masyarakat Lumajang. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan pengusaha adalah kunci keseimbangan ekonomi," ujar Oktafiyani di sela kegiatan.

    Senada dengan hal tersebut, Bupati Indah Amperawati menekankan pentingnya iklim usaha yang sehat melalui tertib administrasi. Baginya, penyerahan izin kepada delapan perusahaan tersebut adalah bukti bahwa pemerintah daerah mendukung penuh para pelaku usaha yang memiliki itikad baik dalam mematuhi regulasi.

    "Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal aktivitas pertambangan di Lumajang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Dengan dokumen yang lengkap, pengusaha tenang bekerja, dan daerah pun mendapatkan haknya untuk membangun fasilitas publik," tegas Bunda Indah.

    Melalui kolaborasi yang semakin solid ini, sektor pertambangan di Kabupaten Lumajang diharapkan tidak lagi dipandang sebagai area konflik kepentingan, melainkan motor penggerak ekonomi yang tetap menjaga kenyamanan dan kelestarian lingkungan masyarakat sekitar.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728