Header Ads

ad728
  • Kabar Terbaru

    Diduga Terperosok Tebing 150 Meter, Nenek 77 Tahun di Lumajang Ditemukan Tewas di Kapas Biru



    Lumajang – Seorang nenek bernama Tamini (77), warga Dusun Mulyoarjo, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di dasar perbukitan objek wisata Air Terjun Kapas Biru, Sabtu (1/8/2026) pagi. Korban tewas diduga akibat terperosok dan jatuh dari tebing setinggi 150 meter setelah sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak subuh.

    Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa jasad korban ditemukan oleh warga dan keluarga sekitar pukul 09.54 WIB di aliran sungai dasar perbukitan wisata Air Terjun Kapas Biru dalam posisi terlentang.

    "Sekitar pukul 09.54 WIB, korban ditemukan di area wisata Air Terjun Kapas Biru. Diduga terperosok dan jatuh dari ketinggian kurang lebih 150 meter," ujar Suprapto saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).
    Pencarian Melalui CCTV Hingga Kebun

    Sebelum ditemukan, korban sudah tidak terlihat di rumahnya sejak pukul 04.00 WIB. Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian di sekitar rumah, area kebun di wilayah wisata Sumber Telu, hingga memeriksa rekaman CCTV di sepanjang jalur rumah korban, namun sempat tidak membuahkan hasil.

    Setalah jasad berhasil dievakuasi dari dasar perbukitan, petugas langsung membawa korban ke Puskesmas Pronojiwo untuk menjalani pemeriksaan medis luar. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka berat pada bagian kepala, belakang telinga kanan, serta luka lecet pada siku kanan akibat benturan keras.
    Keluarga Tolak Autopsi dan Sebut Ada Perubahan Perilaku

    Pihak keluarga menyatakan peristiwa ini sebagai musibah atau kecelakaan murni. Mereka telah membuat surat pernyataan resmi untuk menolak tindakan autopsi dan tidak akan menuntut secara hukum atas insiden tersebut.

    "Atas kesepakatan keluarga, mereka tidak bersedia korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi, baik luar maupun dalam," kata Suprapto.

    Sementara itu, perwakilan keluarga korban, Istono, menyebutkan bahwa almarhumah memang terbiasa keluar rumah menuju area kebun di jalur Wisata Sumber Telu. Namun, ia mengungkapkan adanya perubahan perilaku pada korban dalam beberapa hari terakhir.

    "Usually (biasanya) almarhumah ini orangnya sangat aktif dan cerewet. Tapi belakangan ini, korban sering kelihatan banyak termenung," tutur Istono.

    Saat ini, jenazah Tamini telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. ***

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728