Semeru Catat 151 Letusan Sepanjang Januari 2026
![]() |
| Kondisi Gunung Semeru |
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sebanyak 151 kali letusan terjadi selama periode Januari, dengan status aktivitas yang tetap dipertahankan pada Level II (Waspada).
Meskipun frekuensi letusan tergolong tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menilai fenomena ini sebagai bentuk pelepasan energi yang positif untuk mencegah akumulasi tekanan magma yang lebih besar.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa rentetan letusan kecil hingga sedang ini dipicu oleh aktivitas kegempaan internal, termasuk tremor harmonik yang terdeteksi oleh PVMBG.
"Justru letusan kecil yang rutin ini menjadi indikator penting bagi pelepasan energi gunung api secara bertahap. Hal ini meminimalisir risiko terjadinya erupsi eksplosif yang jauh lebih dahsyat akibat penumpukan energi di dalam perut gunung," ujar Isnugroho pada Selasa (20/1/2026).
Terbaru, Semeru kembali menunjukkan aktivitasnya dengan tinggi kolom abu sekitar 1 kilometer dari puncak, yang hingga kini masih dalam batas pemantauan intensif petugas di lapangan.
Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Pemerintah Kabupaten Lumajang di bawah kepemimpinan Pj. Bupati Ir. Indah Amperawati terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga.
Meskipun frekuensi letusan tergolong tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menilai fenomena ini sebagai bentuk pelepasan energi yang positif untuk mencegah akumulasi tekanan magma yang lebih besar.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa rentetan letusan kecil hingga sedang ini dipicu oleh aktivitas kegempaan internal, termasuk tremor harmonik yang terdeteksi oleh PVMBG.
"Justru letusan kecil yang rutin ini menjadi indikator penting bagi pelepasan energi gunung api secara bertahap. Hal ini meminimalisir risiko terjadinya erupsi eksplosif yang jauh lebih dahsyat akibat penumpukan energi di dalam perut gunung," ujar Isnugroho pada Selasa (20/1/2026).
Terbaru, Semeru kembali menunjukkan aktivitasnya dengan tinggi kolom abu sekitar 1 kilometer dari puncak, yang hingga kini masih dalam batas pemantauan intensif petugas di lapangan.
Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Pemerintah Kabupaten Lumajang di bawah kepemimpinan Pj. Bupati Ir. Indah Amperawati terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga.
Fokus utama saat ini adalah antisipasi dampak sekunder, terutama potensi banjir lahar dingin mengingat curah hujan yang tidak menentu.
Sebagai langkah preventif, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun patuh pada rekomendasi teknis:
Sterilisasi Sektor Tenggara: Menghindari aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan.
Radius Aman: Tidak berada dalam jarak 13 kilometer dari puncak erupsi.
Waspada Aliran Sungai: Memantau potensi awan panas guguran (APG) dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Langkah mitigasi yang terukur dan pemantauan real-time dari PVMBG diharapkan dapat menjaga kondusivitas wilayah Lumajang di tengah aktivitas alami gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Sebagai langkah preventif, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun patuh pada rekomendasi teknis:
Sterilisasi Sektor Tenggara: Menghindari aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan.
Radius Aman: Tidak berada dalam jarak 13 kilometer dari puncak erupsi.
Waspada Aliran Sungai: Memantau potensi awan panas guguran (APG) dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Langkah mitigasi yang terukur dan pemantauan real-time dari PVMBG diharapkan dapat menjaga kondusivitas wilayah Lumajang di tengah aktivitas alami gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
