Header Ads

ad728
  • Kabar Terbaru

    Kominfo Lumajang Pastikan Kabar Helikopter Jatuh di Lokasi Semeru Adalah Hoaks

    Tangkapan layar video jatuhnya helikopter
    Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengonfirmasi bahwa video viral yang mengeklaim adanya helikopter jatuh di lokasi bencana Gunung Semeru adalah informasi palsu atau hoaks.

    Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh unggahan yang tidak bertanggung jawab tersebut.

    ​Kepala Dinas Kominfo Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada insiden kecelakaan udara maupun penerbangan helikopter yang terkait dengan penanganan bencana di wilayahnya.

    ​"Kami pastikan tidak ada kejadian helikopter jatuh di Kabupaten Lumajang. Kabar yang beredar di media sosial tersebut sama sekali tidak benar," ujar Mustaqim saat memberikan keterangan pada Senin (19/1/2026).

    ​Pihak pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan lembaga kebencanaan juga menyatakan tidak ada laporan resmi mengenai insiden tersebut.

    Menurut Mustaqim, seluruh prosedur kunjungan ke lokasi bencana selalu dilakukan dengan pengamanan dan protokol keselamatan yang sangat ketat.

    ​Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar di platform TikTok tersebut tidak menyertakan keterangan waktu maupun lokasi yang valid.

    Bahkan, sejumlah warganet di kolom komentar mengidentifikasi bahwa cuplikan video tersebut merupakan kejadian lama di luar negeri yang dikaitkan secara sepihak dengan situasi di Lumajang.

    ​Ajakan Bijak Bermedia Sosial

    ​Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang di bawah kepemimpinan Pj. Bupati Ir. Indah Amperawati terus berkomitmen menjaga kondusivitas informasi di tengah masyarakat.

    Kominfo mengajak publik untuk menerapkan prinsip "saring sebelum sharing" guna memutus mata rantai penyebaran disinformasi.

    ​"Komentar media sosial bukanlah sumber informasi resmi. Jika ragu, silakan melakukan verifikasi melalui kanal resmi pemerintah atau media massa yang terpercaya agar tidak menimbulkan keresahan," pungkas Mustaqim.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728