Jamin Stok Pangan Jelang Lebaran, Komisi B DPRD Lumajang Pantau Tempat Penggilingan Padi
| Komisi B DPRD Lumajang ketika melakukan peninjauan |
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan bulan Maret, ketersediaan komoditas pokok di Kabupaten Lumajang dilaporkan berada pada level aman, bahkan menunjukkan tren surplus. Indikator positif ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah meningkatnya konsumsi rumah tangga selama bulan suci.
Tak berhenti pada data di atas kertas, Komisi B melakukan kunjungan fisik ke PT Nagaya Vena Union di Kecamatan Tekung. Perusahaan penggilingan padi dan trading palawija ini menjadi salah satu titik pantau untuk melihat langsung rantai pasok dan proses pengolahan hasil tani lokal.
"Kunjungan ke sektor hilir seperti penggilingan padi ini penting untuk memastikan bahwa distribusi hasil pertanian kita tidak terhambat. Kita ingin melihat langsung bagaimana stok di gudang benar-benar siap dialirkan ke pasar," ungkap salah satu anggota Komisi B di sela-sela peninjauan.
Meski angka ketersediaan dinilai mencukupi, legislatif memberikan catatan kritis mengenai pengawasan distribusi. Komisi B menekankan bahwa surplus produksi tidak akan berarti banyak jika terjadi fluktuasi harga yang liar di tingkat pengecer.
"Kondisi aman secara ketersediaan harus dibarengi dengan stabilitas harga. Kami meminta DKPP dan Satgas Pangan terus melakukan monitoring intensif ke pasar-pasar tradisional agar tidak ada celah bagi spekulan yang memanfaatkan momentum Lebaran," tegas pimpinan romonngan Komisi B.
Sebagai langkah preventif, Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama DPRD berkomitmen untuk terus menggelar program pasar murah di berbagai titik strategis. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sehingga perayaan Idulfitri tahun ini dapat berjalan dengan kondisi pangan yang aman, cukup, dan terjangkau bagi seluruh lapisan warga.