Tegangan Drop Rusak Elektronik Warga, DPRD Lumajang Desak PLN Benahi Listrik Tempursari
![]() |
| Ilustrasi |
Sebagai bentuk tindak lanjut, DPRD Lumajang telah mengirimkan surat pengaduan resmi kepada Kepala PLN ULP Tempeh tertanggal 18 Mei 2026.
Berdasarkan laporan yang diterima DPRD, ketidakstabilan arus listrik itu sudah berlangsung lama, khususnya di wilayah RT 10 Desa Bulurejo. Kondisi tersebut dinilai kian memburuk sejak beroperasinya dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di kawasan setempat, hingga memicu kekhawatiran terjadinya gesekan sosial.
"Kami mohon bantuan Saudara untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut agar situasi tetap kondusif. Jangan sampai program nasional MBG (Makan Bergizi Gratis) justru menjadi pemicu keresahan masyarakat Tempursari," demikian kutipan surat resmi yang ditandatangani Ketua DPRD Lumajang, Hj. Oktafiyani, S.H., M.H.
DPRD berharap PLN mengambil tindakan taktis guna menstabilkan voltase listrik demi mencegah kerugian materiil warga yang lebih besar, serta menjaga kelancaran aktivitas harian.
Menanggapi desakan tersebut, Manager ULP PLN Lumajang, Drian Friska Nugraha, menyatakan bahwa tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan perbaikan sesaat setelah menerima surat dari DPRD.
"Sudah menjadi kewajiban kami untuk melakukan perbaikan. Begitu menerima pengaduan, personel langsung bergerak ke lapangan dan saat ini penanganan di lokasi sudah selesai," kata Drian saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Drian menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk selalu merespons cepat setiap keluhan gangguan teknis dari pelanggan, mulai dari penanganan kabel andongan (jatuh) hingga kendala perluasan jaringan baru.
Dalam kasus pemasangan tiang baru yang harus melintasi lahan pribadi warga, PLN juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk proses mediasi guna mencari jalan keluar bersama.
"Alhamdulillah, koordinasi di lapangan berjalan lancar sehingga kendala tiang listrik bisa langsung diselesaikan," pungkasnya. ***
