Tekan Angka Kriminalitas, Lumajang Kucurkan Rp1,1 Miliar untuk 250 Titik PJU Baru
![]() |
| Ilustrasi |
Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang membidik sekitar 250 titik pemasangan baru tahun ini. Kawasan Curahmayit di Kecamatan Randuagung dan Jalan Srikaya masuk dalam daftar prioritas utama.
"Daerah-daerah yang tingkat penerangannya masih kurang dan dinilai rawan akan menjadi prioritas pemasangan lampu jalan," tegas Kepala Dinas Perhubungan Lumajang, Rasmin, Selasa (19/5/2026).
Menariknya, proyek PJU tahun ini diklaim jauh lebih efisien. Demi menekan pembengkakan biaya, Dishub Lumajang tidak akan membangun tiang baru di seluruh titik.
Melalui koordinasi matang, Dishub memanfaatkan infrastruktur tiang milik PLN yang sudah ada di lapangan. Petugas hanya tinggal memasang perlengkapan pendukung dan lampu.
"Jadi tidak semuanya membangun tiang baru. Ada beberapa titik yang cukup memanfaatkan tiang PLN sehingga biaya bisa lebih hemat," jelas Rasmin.
Bukan hanya jalan kabupaten, Dishub Lumajang juga bersiap menyisir ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang melintasi wilayahnya. Fokus utamanya adalah jalur tengkorak dari Klakah hingga perbatasan Jember.
Tercatat ada sekitar 250 titik PJU di jalur provinsi tersebut yang sudah lama mati total atau tidak berfungsi optimal. Namun, eksekusi perbaikan ini masih terganjal birokrasi, menunggu lampu hijau dari Dishub Provinsi Jawa Timur.
"Kalau waktunya memungkinkan tahun ini, kami juga akan membantu penanganan lampu jalan di jalur provinsi," imbuhnya.
Meski pengadaan PJU melonjak tajam dalam dua tahun terakhir—dari yang semula hanya belasan titik menjadi ratusan titik per tahun—Lumajang sebenarnya masih menghadapi tantangan besar.
Berdasarkan kalkulasi teknis Dishub, kabupaten ini masih 'berutang' belasan ribu lampu untuk menerangi seluruh wilayahnya secara ideal.
Defisit PJU standar: ± 19.000 titik (berdasarkan panjang jalan dengan jarak antar-tiang 50 meter). Estimasi biaya per titik: Rp13 juta.
Artinya, untuk menuntaskan masalah kegelapan di jalanan Lumajang secara total, pemerintah daerah masih membutuhkan suntikan dana segar yang tidak sedikit di masa mendatang. ***
