Jember Dikepung Banjir: 3.944 KK Terdampak dan Jembatan Putus di 8 Kecamatan
| Petugas ketika mengecek debit air |
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menyatakan banjir dipicu oleh meluapnya delapan sungai besar, termasuk Sungai Bedadung, Kalijompo, dan Gondangdia, setelah debit air meningkat drastis mulai pukul 18.00 WIB.
Air mulai merendam permukiman warga sekitar pukul 19.00 WIB dengan ketinggian bervariasi antara 30 cm hingga 2 meter. Delapan kecamatan yang terendam meliputi:
Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung.
Selain merendam rumah, banjir menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, di antaranya:
Jembatan Putus: Terjadi di Desa Suci (Kecamatan Panti) dan kawasan perkebunan Kaputren (Kecamatan Sukorambi).
Fasilitas Publik: Satu pondok pesantren terdampak dan sejumlah akses jalan utama lumpuh akibat genangan serta material banjir.
Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ketinggian air melebihi satu meter. Kondisi ini memaksa 299 warga mengungsi ke beberapa titik aman, seperti:
Masjid Nurul Iman (Curah Ancar): 150 jiwa.
Rumah Warga (Dusun Krajan & Garuda Kidul): 135 jiwa.
Balai Desa Rambipuji: 14 jiwa.
BPBD Jember bersama tim gabungan saat ini fokus pada evakuasi warga dan pembersihan sisa material banjir, khususnya di wilayah Kampung Ledok dan Jember Kidul.
"Kami terus mendistribusikan logistik dan melakukan pendataan lapangan untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi," pungkas Edi.